Jumat, 11 Januari 2013

Suka baca itu keren


Semester kemarin saya mempelajari Geografi Regional Indonesia dan menghitung Indeks Pembangunan Manusia Indonesia, dan hasilnya sungguh luar biasa. Jumlah penduduk Indonesia menurut sensus penduduk 2010 adalah  237.641.000. Yang membuat saya terheran-heran adalah tingkat  melek huruf penduduk Indonesia usia 15 tahun ke atas pada tahun 2010 adalah 92,91%  sedangkan tahun 2011 menurun menjadi 92,81%. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa hampir seluruh penduduk Indonesia usia 15 tahun keatas dapat  membaca. Tetapi faktanya, berapa persenkah yang bukan hanya BISA membaca tetapi GEMAR membaca buku?

Jika ditanya kediri kita sendiri, lebih suka mana antara melihat televisi atau membaca buku? Seberapa banyak buku yang bisa kita baca setiap harinya? Atau simplenya, seberapa sering kita membuka buku pelajaran sekolah/kuliah? Saya yakin intesitas membaca kita masih dibawah standar. Ketika melihat masyarakat jepang dikereta api, kita akan  banyak menjumpai orang yang membaca buku. Bandingkan dengan masyarakat Indonesia sendiri, ketika berada di bus, angkot, atau tempat umum, hitung berapa banyak orang yang membaca. Saya yakin jawabannya adalah SEDIKIT.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Padahal kalau saya boleh berpendapat, orang yang membaca buku itu lebih GAUL dari mereka yang bilang diri mereka GAUL. Orang yang membaca buku itu CANTIK dari mereka yang ngakunya wanita paling cantik, ataupun GANTENG dibandingkan orang yang ngaku-ngaku mirip bintang boyband. Sedikit pemaksaan pendapat memang, tetapi menurut penilaian saya pribadi, orang yang membaca buku itu KEREN.

Banyak alasan kenapa orang membaca itu keren. Pertama, karena membaca membuka jendela dunia. Dapat diibaratkan kita berada di daerah yang terisolasi dan tidak tahu informasi apapun tentang dunia luar, dan kalau ingin mengetahui apa yang terjadi di dunia luar, kita harus keluar dari dunia kita (yang terisolasi itu) caranya adalah lewat jalan, dan jalan itu bisa berupa gerbang, pintu, atau jendela. Nah, itulah yang disebut membaca. Kedua, membaca menambah informasi yang tersimpan dalam otak kita. Kapasitas otak manusia untuk menyimpan informasi adalah tak terbatas, jika jarang diisi dan digunakan  berarti kita tidak mensyukuri apa yang telah Allah berikan kepada kita. Bukankah yang mebedakan manusia dengan hewan adalah kemampuan berfikir manusia dan hati?
Ketiga, orang yang suka membaca memiliki perbendaharaan kata yang banyak. Ini hanyalah pendapat pribadi saya, terkadang saya suka mengamati cara mereka berbicara atau menulis, akan terlihat apakah ia suka membaca atau tidak. Semacam feeling sih, tetapi kebanyakan feeling saya tepat. Tanda-tanda orang tersebut suka membaca adalah banyak kata-kata yang tepat digunakan dengan kata lain dan nyambung. Sehingga diksi atau pemilihan katanya enak dibaca atau didengar. Tidak sedikit orang yang menggunakan kata-kata ilmiah namun penempatannya tidak pas, dan saya berpendapat ia membaca hanya untuk menambah kosa katanya, bukan menambah pengetahuan. Mungkin terlihat sangat subjektif, tapi sekali lagi ini hanyalah pendapat saya pribadi. Mohon dimaafkan ketika salah :(

Keempat, banyak hal yang tidak bisa dijelaskan mengapa orang membaca buku itu keren. I’m just say that he/she is awesome. And it’s not need an explanation.  Ketika saya membaca buku Harry Potter , saya bisa merasakan sensasi berada di tempat itu, serasa saya ikut terlibat dan berada di sana. Atau ketika membaca buku Jepang, Totto-Chan, serasa saya ikut menyelami masa kecil penulis dengan suasana Perang Dunia II atau merasakan hidup serba kekurangan anak-anak Afrika. Atau buku Tetralogi Laskar Pelangi yang menyentuh relung nurani dengan kehidupan, persahabatan, dan cinta.
Banyak genre buku atau novel yang memberi kita energy positif seperti Biografi tokoh, buku motivasi, comedi, romantic, dan novel motivasi. Tetapi jujur untuk hiburan, saya lebih memilih Comic Detective Conan. Alasannya simple. Karena sebenarnya saya adalah orang yang sangat suka menganalis. Comic Conan tergolong komik yang membutuhkan banyak energy untuk membaca, dan herannya sebagai hiburan, saya menyukai hal tersebut. Tentunya kesukaan saya dengan anda akan berbeda karena membaca adalah kegiatan terpadu antara indera manusia, otak, dan hati. So, tidak bisa dipaksakan menyukai suatu genre tertentu. :)

Novel yang memberi kita banyak inspirasi ada banyak. Karya-karya Tere Liye juga asik untuk dijadikan teman duduk. Atau novel karya Dee juga ada beberapa yang menjadi favorit saya tetapi ada juga yang kurang sreg di hati. Untuk buku motivasi, pilihan saya masih kepada buku lama karya Steven Covey, The 7 Habit of Highly effective People. Buku tebal itu masih menjadi buku motivasi favorit saya, dibandingkan buku-buku motivasi lainnya.  Meskipun buku terjemahan, tetapi gaya bahasa yang ringan dan disertai dengan banyak kata-kata yang membangun membuat saya masih menetapkannya pada ranking pertama buku favorit saya.

Dan masih banyak buku-buku keren yang membuat kita keren karena membacanya. So, jangan males untuk membaca, cintai membaca, dan jadikan membaca salah satu agenda liburanmu.

Selamat melahap buku, camilan sehari-hari ^.^

1 komentar:

  1. wah... jadi semangat pengen baca nih...
    oya ,, kalo sudah suka baca buku dll...
    jangan lupa baca Al-Qur'an ya...
    karena orang yg beriman itu akan bergetar hatinya jika mendengar ayat Al-Qur'an...

    BalasHapus