Jumat, 11 Januari 2013

Ini cerita antara Aku dan Matahari


ini adalah cerpen pertamaku dulu.. puengen buat cerpen tentang Geografi..dan hasilnya adalah ini.. agak Geje emang plus mbingungin.. tapi.. enjoy it :)

----------------------------------------

Aku salah satu dari sekian banyak planet yang mengelilingi sang surya, Pusat Galaksi Bimasakti. Walaupun aku tidak secantik venus, juga bukan semegah Saturnus dengan cincin yang indah. Ukurankupun kalah jauh dengan Yupiter.  Aku hanya salah satu dari sekian banyak Planet yang tak bernama, yang bahkan mungkin belum terdaftar dicatatan kecil para astronom. Meskipun aku tak setenar Mars yang menjadi incaran para Peneliti dari planet Bumi, setidaknya aku adalah salah satu planet yang bisa hidup diantara planet-planet lain yang terperosok kedalam Black Hole.

Planet-planet berevolusi pada orbit mengitari Sang Surya. Dengan daya tariknya, Tiap detik, menit, jam, hari, bahkan tahun mereka  takkan se-sentipun bergeser dari porosnya. Begitupula dengan Aku.  Aku begitu mengidolakan Sang Surya. Semua gerak-geriknya tak pernah luput dari pantauanku. Ketika terjadi badai matahari, yang pertama memberi semangat kepadanya adalah Aku. Ketika naiknya suhu matahari, Akulah yang menolong menurunkan suhunya. Semua hal yang terkait dengannya, Aku tahu semuanya.

Awalnya Dia cuek saja ketika banyak planet mengitarinya. Tetapi lama-kelamaan Dia sadar bahwa ada satu yang begitu mengidolakannya, yaitu Aku. Ia tahu kalau Aku selalu memperhatikannya. Hati  nyapun luruh. Ia bersikap lebih lunak kepadaku. Kadang kita bertukar fikiran tentang kehidupan di Galaksi ini, mendiskusikan tentang perubahan global, terkadang memberi semangat satu sama lain.

Tetapi baik Dia maupun Aku tidak pernah membicarakan gravitasi diantara kita. Dia terlalu angkuh mengakuinya sedangkan Aku terlalu takut untuk mengatakannya. Kita berdua hanya menunjukkan gravitasi lewat revolusi dan rotasi. Hingga semakin lama daya tarik gravitasi antara kita semakin lemah.
Bertambahnya tahun, Aku terlalu sibuk berevolusi dan berotasi, sibuk dengan duniaku sendiri. Dan Dia  semakin lama semakin intens mengurusi cahaya di galaksi ini. Kita  terhalang oleh jarak dan waktu.  Bagaimanapun, aku tidak bisa merubah orbitku, akan selalu berada pada dunianya. Hanya ada dua pilihan, tetap berputar dengan kehidupannya atau berhenti berputar.

Aku tidak bisa mematikan diriku sendiri dengan berhenti berputar. Aku harus terus berputar demi vegetasi yang hidupnya tergantung padaku. Aku selalu berputar dengan bayang-bayangnya. Tak pernah sedikitpun Aku dapat melupakannya karena seluruh sendi kehidupanku selalu berhubungan dengannya.  
Aku mencoba bersikap seperti tidak terjadi apa-apa. Aku tetap tersenyum di kehidupan pergaulan mereka. Kadang Aku tertawa bersamanya dan yang lainnya. Dia tahu, ada yang tidak biasa sikapnya kepadaku dan sikapnya kepada yang lainnya. Entah itu hanya perasaanku ataukah itu kenyataan? Aku tak berani bertanya dan cukup pengecut untuk mencoba akrab kembali.

Entah bagaimana akhir dari kisah Ku dan Dia. Hingga detik ini Aku masih bertahan dengan gravitasiku kepadanya. Tanpa mengetahui bagaimana gravitasinya terhadap ku. Aku masih menikmatinya. Entah sampai kapan Aku bisa bertahan dengan keadaan seperti ini. Mungkin sampai ada “Dia-Dia” dari Galaksi lain yang mengajakku pindah orbit?? Mungkinkah??
^.^

1 komentar: